Siege Of Gibraltar

Saat ini negara Gibraltar adalah negara maju dan menjadi pusat judi online di dunia. Banyak perusahaan judi dan kasino online seperti SBObet dan Pokerstar yang mendirikan perusahaan mereka di Gibraltar. Siapa sangka dulu Gibraltar tidak semaju ini dan bahkan pernah dikepung berbagain negara dalam perang besar. Artikel kali ini akan membahas sejarah Siege of Gibraltar atau pengepungan negara Gibraltar.

 

Negara Gibraltar pusat judi online

Apa itu negara merdeka?

Sebuah negara dikatakan merdeka jika mereka tidak sedang dijajah dan dikuasai oleh negara lain, baik dalam alasan apapun. Sebuah negara harus memiliki beberapa komponen untuk dikatakan sebagai sebuah negara. Seperti wilayah negara, penduduk, kekuasaan atau pemerintahan, pengakuan dari negara lain, dan sedang tidak dijajah. Namun bagaimana jika salah satu komponen untuk menjadi sebuah negara yang merdeka tidak dimiliki, yaitu tidak adanya penjajahan? Pasti tidak akan bisa dikatakan sebuah negara, walaupun dari sisi internal mereka ingin merdeka dan mendirikan sebuah negara sendiri. Yah, memang beginilah nasib diinjak – injak oleh negara lain.

Walaupun wilayah negara itu hanya seluas sebuah kota ataupun lebih kecil dari itu, tetap sah – sah saja jika nantinya menjadi sebuah negara. Ada beberapa negara kecil di dunia yang luas wilayahnya tidak lebih dan kurang dari sebuah kota. Beberapa diantaranya adalah Vatikan, Nepal, Singapore, Monaco, dan Gibraltar. Gibraltar adalah salah satu kisah dari sebuah negara kecil di Eropa yang memiliki nasib demikian. Memang di Eropa sekarang ini banyak sekali berdiri negara – negara kecil yang luas wilayahnya hanya seluas kota. Namun, berbeda nasibnya dengan Gibraltar.

Negara ini telah memperjuangkan diri untuk merdeka sejak ratusan tahun lalu. Ini terjadi karena Gibraltar merupakan sebuah wilayah yang terkepung oleh Inggris, Perancis, dan Spanyol. Siege of Gibraltar atau pengepungan Gibraltar merupakan sebuah upaya oleh pengepungan Spanyol dan Perancis yang bersekutu untuk mengepung pasukan negara Inggris yang berdiam di wilayah Gibraltar, selama masa perang kemerdekaan Amerika Serikat.

Pengepungan ini merupakan pengepungan yang ada dalam sejarah. Singkatnya, Perancis dan Spanyol memiliki sebuah musuh yang sama yaitu negara Inggris. Hal ini bermula pada proses perdagangan dan perluasan wilayah dagang milik Inggris yang berseteru dengan Spanyol dan Perancis. Berbagai perjanjian sudah terjadi dan disepakati, namun tetap saja tidak bisa menjalankan yang namanya kesepakatan.

Yang pada akhirnya, pada tahun 12 April 1779 Perancis dan Spanyol membuat kesepakatan di Perjanjian Aranjuez bahwa mereka sepakat untuk berdamai, dan memilih bersatu untuk menyerang Inggris. Langkah ini juga dilakukan Spanyol dan Perancis agar menekan laju pertumbuhan kekuasaan wilayah Inggris yang waktu itu pasukannya ingin menginvasi wilayah Mediterania.

Karena pengepungan (siege) ini terjadi pada masa perang kemerdekaan Amerika Serikat, akhirnya Perancis dan Spanyol mendapat bantuan dari Amerika Serikat untuk melemahkan kekuatan Inggris, melalui bantuan dana dan senjata.

Awal Pengepungan Siege of Gibraltar

Spanyol yang menyatakan perang melawan Inggris pada tahun 1779 dan Perancis pada tahun sebelumnya, memulai penyerangan dan pengepungan di Gibraltar. Armada Spanyol dan Perancis melakukan blokade laut di sepanjang wilayah Gibraltar. Sementara dari sisi darat, dibangun benteng, dan berbagai bangunan perang. Dan disana diisi dengan banyak sekali penembak jitu.

Great Siege of Gibraltar di Museu Tate

Pertempuran Besar Siege of Gibraltar

Walaupun sudah dikepung, namun Inggris ternyata tidak terima dan memilih untuk melawan. Berbagai serangan pun dilancarkan oleh Inggris dan sekutunya. Sampai sampai Spanyol dan Perancis kewalahan untuk menangani. Namun, pertempuran demi pertempuran berhasil dimenangkan oleh pihak Spanyol dan Perancis.

Sampai pada akhrinya. Sebuah pertempuran besar (Grand Assault) terjadi. Pasukan Inggris dan sekutunya datang dari berbagai arah menuju ke Gibraltar. Pasukan laut Inggris begitu tangguh, sampai banyak sekali kapal milik Perancis dan Spanyol yang tenggelam dan rusak parah. Dari sisi darat, para Highlander pasukan Inggris menguasai pertempuran. Dan pada akhirnya, pertempuran berakhir dengan Spanyol dan Perancis kehilangan banyak sekali pasukan dan armada laut. Begitu juga dengan Inggris. Hanya tersisa sedikit pasukan dan armada di Gibraltar milik Spanyol dan Perancis.

Akhir Pengepungan Siege of Gibraltar

Lukisan Siege Of Gibraltar

Sampai sekitar 2 – 3 bulan setelah pertempuran besar (Grand Assault) terjadi, pengepungan masih dikuasai oleh Perancis dan Spanyol. Namun itu tak berlangsung lama. Karena gempuran demi gempuran diberikan kepada pasukan Spanyol dan Perancis di Gibraltar. Sampai pada akhirnya, Spanyol dan Perancis menyatakan diri untuk menyerah kepada Inggris dan membuat sebuah perjanjian damai dan penyerahan kekuasaan Inggris atas Gibraltar.

Nah, itu tadi sekilas sejarah penting tentang Siege of Gibraltar atau pengepungan Gibraltar. Dari kisah tersebut, dapat kita ambil pengetahuan bahwa sebuah negara yang merdeka memang butuh sebuah perjuangan dan pengorbanan yang begitu besar. Bahkan sampai harus berjuang selama ratusan tahun untuk mendapatkan kata merdeka. Sama seperti bangsa Indonesia yang dijajah selama ratusan tahun untuk bisa merdeka. Namun kita lihat sekarang bahwa Gibraltar menjadi sebuah negara yang maju sekali walaupun luas wilayahnya begitu sempit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *